Login
HUBLA ADAKAN PEMUTAHIRAN SERTIFIKAT PANDU DAN SERTIFIKAT PENGUKUHAN (ENDORSEMENT) TAHUN 2012
HUBLA ADAKAN PEMUTAHIRAN SERTIFIKAT PANDU DAN SERTIFIKAT PENGUKUHAN (ENDORSEMENT) TAHUN 2012
ADMIN, 12/06/2012. Dibaca sebanyak 4606 kali.

(Jakarta, 28/4/2012) Pada 23 s.d. 26 April 2012, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melaksanakan Pemutakhiran Sertifikat Pandu dan Sertifikat Pengukuhan (endorsement) Tahun 2012 angkatan I yang bertempat di Puncak Raya Hotel Cisarua, Bogor. Pelaksanaan pemutakhiran sertifikat pandu dan sertifikat pengukuhan (endorsement) tahun 2012 terbagi menjadi XVI angkatan dengan jadwal pelaksanaan untuk angkatan II s.d. XVI, rencananya akan diadakan pada bulan Mei s.d. Desember 2012.

Dalam sambutan pembukaan  acara tersebut, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kemal Heryandri mengatakan “Pemutakhiran sertifikat pandu ini wajib diikuti oleh pemegang sertifikat pandu, karena hal ini merupakan tindaklanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 53 Tahun 2011 tentang Pemanduan dan Keputusan Direktur Jenderal perhubungan Laut Nomor SM. 102/3/1/DJPL-11tentang Silabus Pelatihan dan Sertifikasi pandu, serta Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SM. 1/1/DJPL-12 tentang Pemutakhiran Sertifikat Pandu dan Sertifikat Pengukuhan (endorsement)”.

Dikatakan juga, “Tujuan dari pemutakhiran ini selain untuk pemenuhan persyaratan juga untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi agar menjadi petugas pandu yang profesional”.

Lebih jauh diungkapkan, “Kepada para petugas pandu, dalam menjalankan tugas hendaknya dapat membantu memberikan saran dan informasi kepada nahkoda tentang keadaan perairan setempat agar navigasi pelayaran dapat dilaksananakan dengan selamat, tertib dan lancar, sehingga dapat memberikan kontribusi kelancaran arus barang di pelabuhan yang pada akhirnya dapat mempercepat roda perekonomian di Indonesia”.

Beliau juga menambahkan, “Apa yang telah didapat dalam pelaksanaan pemutakhiran sertifikat pandu dan sertifikat pengukuhan (endorsement) kali ini dapat bermanfaat dan memberikan nilai tambah, serta dapat diterapkan sebaik-baiknya pada saat bertugas guna memberikan pelayanan pemanduan yang prima dengan mengutamakan keselamatan dan dapat mewujudkan zero accident”. (KND)

Informasi Terkini

TEKAN BIAYA ANGKUTAN LAUT DENGAN SISTEM NUSANTARA PENDULUM
ADMIN, 29/06/2012. Dibaca sebanyak 7129 kali.

(Jakarta, 27/6/2012) Merespon banyaknya keluhan mahalnya biaya-biaya angkut logistik yang menyebabkan harga logistik jauh lebih mahal di daerah-daerah khususnya Indonesia Timur, maka Pemerintah akan membuat  sistem yang dinamakan “Nusantara Pendulum” sebagai Indonesia International Gateway untuk memperkuat angkutan laut sehingga dapat memperbaiki angkutan domestik yang ada selama ini.

KAPAL LB. APC. AUSSIE ONE TABRAK JEMBATAN 6 BARELANG
ADMIN, 12/06/2012. Dibaca sebanyak 2391 kali.

(Jakarta, 6/6/2012) Kapal LB. APC. Aussie One yang berlayar dari Pelabuhan Merak tujuan Singapura deviasi Batam mengalami kandas setelah hanyut dan menabrak jembatan 6 Barelang pada Rabu dini hari (6/6) di perairan Galang Baru, Batam.

HUBLA ADAKAN PEMUTAHIRAN SERTIFIKAT PANDU DAN SERTIFIKAT PENGUKUHAN (ENDORSEMENT) TAHUN 2012
ADMIN, 12/06/2012. Dibaca sebanyak 4606 kali.

(Jakarta, 28/4/2012) Pada 23 s.d. 26 April 2012, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melaksanakan Pemutakhiran Sertifikat Pandu dan Sertifikat Pengukuhan (endorsement) Tahun 2012 angkatan I yang bertempat di Puncak Raya Hotel Cisarua, Bogor. Pelaksanaan pemutakhiran sertifikat pandu dan sertifikat pengukuhan (endorsement) tahun 2012 terbagi menjadi XVI angkatan dengan jadwal pelaksanaan untuk angkatan II s.d. XVI, rencananya akan diadakan pada bulan Mei s.d. Desember 2012.

BAHAN BERBAHAYA SULIT TEMBUS PELABUHAN DI INDONESIA
ADMIN, 12/06/2012. Dibaca sebanyak 3504 kali.

(Jakarta, 27/04/2012)  Sebanyak 283 pelabuhan di Indonesia saat ini sudah sesuai dengan Internastional Ship and Port Facility Security (ISPS) Code yang dikeluarkan oleh IMO. Hal tersebut akan berdampak penyelundupan bahan-bahan berbahaya seperti obat-obat terlarang, bahan peledak, bahan yang mengandung radiasi seperti nuklir akan sulit menembus pelabuhan di Indonesia. Demikian ditegaskan Dirjen Perhubungan Laut Leon Muhammad pada acara serah terima peralatan keamanan dari pemerintah Amerika Serikat di Ruang Nanggala, Kementerian Perhubungan, Jumat (27/4).